Teks Khutbah
Jumat: Menjaga Lisan di Era Digital
Khatib: Teguh Prasetya, S.Ag, M.Pd.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ
إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمّ صَلّ وَسَلّمْ
عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الدّيْن
قَالَ الله تَعَالَى:
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ
إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
وَقَالَ الله تَعَالَى: يَا
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ
وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ
عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Hadirin
jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita
senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Salah satu wujud ketakwaan kita
adalah menjaga lisan, terutama di era digital saat ini, di mana kata-kata dan
informasi dapat dengan mudah tersebar melalui media sosial. Menjaga lisan bukan
sekadar menjaga ucapan kita secara lisan, tetapi juga termasuk dalam hal apa
yang kita tulis dan bagikan melalui dunia maya.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Banyak faktor yang dapat mendorong kita untuk tergelincir
dalam perbuatan yang mudharat dalam menjaga lisan, baik itu karena pengaruh
lingkungan keluarga, pertemanan, maupun tekanan sosial. Untuk tetap istiqomah
dalam menjaga lisan, kita memerlukan niat yang kuat dan keteguhan iman. Kita
harus senantiasa berhati-hati dalam menyikapi segala sesuatu, mengingat
besarnya dampak dari setiap perkataan yang kita lontarkan, baik di dunia nyata
maupun dunia maya.
Allah SWT mengingatkan kita dalam surah Az-Zumar
ayat 9, yang artinya:
اَمَّنْ
هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ
وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ
وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ
(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung)
ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena
takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah,
"Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui?" Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima
pelajaran.
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang berilmu dan
berhati-hati dalam setiap langkahnya adalah orang yang lebih beruntung. Mereka
selalu berpikir sebelum berbicara atau bertindak, dan mereka khawatir akan akibat
yang mungkin timbul dari ucapan maupun perbuatan mereka.
Allah juga memperingatkan kepada kita bahwa
setiap ucapan kita akan dicatat oleh malaikat. Hal ini tertuang dalam surah
Qaaf ayat 18:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ
عَتِيْد
"Tidak ada suatu kata
yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap
(mencatat)."
Maka, setiap kata yang keluar dari mulut kita
atau yang kita ketik di media sosial, semuanya akan dipertanggungjawabkan di
hadapan Allah kelak.
Hadirin yang berbahagia,
Di era digital saat ini, arus informasi begitu
cepat dan deras. Setiap saat kita menerima dan membagikan informasi, baik itu
melalui media sosial, pesan singkat, atau aplikasi lainnya. Namun, dengan
manfaat besar yang dibawa oleh teknologi ini, kita juga dituntut untuk menjadi
pengguna yang bijak. Sebagaimana Rasulullah SAW telah mengajarkan kita untuk
selalu berhati-hati dalam berbicara dan bertindak.
Dalam sebuah hadits disebutkan,
إِنَّ
رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيِّ
الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرً قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
"Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada
Rasulullah SAW, "Siapakah orang muslim yang paling baik ?' Beliau
menjawab, "Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari
gangguan lisan dan tangannya".
Hadits ini mengingatkan kita bahwa keburukan
tidak hanya datang dari ucapan, tetapi juga dari perbuatan, termasuk apa yang
kita tuliskan dan bagikan.
Salah satu etika bermedia sosial yang penting
untuk kita terapkan adalah memahami esensi dari etika itu sendiri, yaitu
menghormati dan menghargai orang lain. Sebelum membagikan informasi, kita harus
memeriksa ulang kebenarannya.
Dengan demikian, kita telah menunjukkan kesadaran
untuk menjaga adab dalam berinteraksi di dunia maya, sebagaimana kita menjaga
adab dalam kehidupan sehari-hari. Islam menuntut kita tidak hanya menjaga lisan
secara langsung, tetapi juga menjaga apa yang kita sampaikan melalui tulisan di
media sosial.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Selain menjaga lisan, kita juga bisa memanfaatkan
media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan. Jadikanlah media sosial
sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan yang bermanfaat bagi umat, membawa
maslahat, dan menguatkan keimanan. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga diri
dari keburukan, tetapi juga aktif menciptakan kebaikan yang berdampak positif
bagi banyak orang.
Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah SWT
untuk menjaga lisan kita, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Dan
semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang selalu berbuat baik dan
membawa kebaikan bagi sesama. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
أَقُولُ قَوْ لِي
هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ
الْغَفُورُ الرَّحِيْم
Khutbah
II
اَلْحَمْدُ
لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ
اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ
لَهُ
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ
اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ
عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى
يَوْمِ الدِّيْنِ اَمَّا بَعْدُ
اَللّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ, وَالْمُؤْ مِنِيْنَ وَالْمُؤْ مِنَاتِ,
اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ, اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدَّعَوَاتِ, يَا قَاضِىَ الْحَاجَاتِ, وَيَا كَافِىَ الْمُهِمَّاتِ
اَللّهُمَّ اَرِنَا الْحَقَّ
حَقًّا وَارْزُ قْنَا اتِّبَاعَةَ, وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْناَ
اجْتِنَابَهُ
رَبَّنَا اتِنَا فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
اِنَّ اللهَ يَاْمُرُ
بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ, اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ
الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ, يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ
Komentar
Posting Komentar