Makna Qurban di masa wabah Covid-19
Masih berkenaan dengan Idul Qurban, yang mengajarkan kepada kita
bagimana berani berkorban dengan apa yang kita punya untuk membatu orang lain
yang membutuhkan uluran tangan kita. Di antaranya adalah dengan ibadah qurban.
Kita harus bisa mengambil hikmah mulia, ketika Allah swt
memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk menyembelih putra semata wayangnya, Nabi
Ismail as. Perintah suci ini mengandung makna bahwa hidup perlu pengorbanan
untuk memperkuat tali persaudaraan antarsesama.
Manusia
adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia merupakan makhluk
yang membutuhkan orang lain dalam mewujudkan eksistensi. Maka ketika kita ada
kelebihan rezeki dan bisa berkorban dengan qurban bagi orang lain di tengah pandemi, alangkah
baiknya tidak ditunda-tunda lagi. Yakinlah, bahwa qurban kita
akan diterima Allah swt dan akan dilipatgandakan pahalanya karena benar-benar
ikhlas membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan dan duka.
Sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari
Abu Hurairah ra Rasulullah bersabda:
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ
اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى
مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
Artinya: “Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai
kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya
pada hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya
Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat.
Kisah keteguhan iman dan kerelaan Nabi Ibrahim dalam mengorbankan
sesuatu yang paling dicintainya, patut dicontoh oleh kita semua. Ketika kita
mengorbankan sesuatu bagi sesama, maka marilah kita berikan yang terbaik untuk
mereka.
Kita
tak perlu khawatir jika harta yang kita berikan di jalan Allah akan berkurang
jumlahnya. Malah sebaliknya, Allah telah berjanji bahwa siapa saja memberikan
yang terbaik dari hartanya dalam rangka kepatuhan menjalankan perintah-Nya,
maka akan dilipatgandakan dengan jumlah yang tidak terduga-duga bagi siapa saja
yang dikehendaki Allah swt.
Hal tersebut sudah ditegaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 261
berbunyi:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ
حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ
وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya: "Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah dengan butir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir seratus biji. Allah (terus-menerus) melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karuniaNya) laga Maha Mengetahui."
Ibadah qurban yang telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim as juga memiliki
makna ajaran untuk menjunjung tinggi kemanusiaan dalam beragama. Kita perlu
merenungkan mengapa Allah swt mengganti Nabi Ismail as dengan seekor domba. Hal
ini mengandung hikmah di antaranya tidak diperbolehkannya mengorbankan dan
meneteskan darah manusia.
Penggantian “objek qurban” dari manusia ke binatang juga mengandung makna bahwa
manusia memiliki hak untuk hidup di dunia. Siapa pun atas nama apa pun tidak
boleh menghilangkannya.
Dalam konteks kekinian, kita harus menjunjung tinggi hak asasi
manusia yakni hak untuk hidup, mendapatkan kesehatan, dan terjaga keselamatan
jiwanya. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, kita tidak
boleh egois dan abai sehingga menjadikan orang lain celaka. Penerapan protokol
kesehatan sebagai ikhtiar terhindar dari Covid-19 harus ditegakkan bersama.
Tidak bisa hanya dilakukan oleh sebagian orang saja, namun semua harus bekerja
sama dalam hal ini.
Allah swt berfirman dalam QS Al Maidah ayat 32:
مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ
فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا
النَّاسَ جَمِيْعًا
Artinya: “Barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu
membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka
seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan
seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua
manusia.”
Demikianlah hikmah qurban yang merupakan wujud pengorbanan kita dalam rangka
menjunjung tinggi kemanusiaan. Semoga kita akan menjadi sosok yang membawa
kemaslahatan bagi sesama dan kehidupan kita senantiasa mendapatkan ridha dan
keberkahan dari Allah swt. Amin

Komentar
Posting Komentar