Khutbah Jum'at Singkat Sukses dengan Ibadah
Khutbah Jum’ah: Sukses dengan Ibadah
Oleh: Teguh Prasetya, S.Ag,
M.Pd.
اَلْحَمْدُ لِلهِ
الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْوِفَاقِ، وَرَفَعَ قَدْرَ
أَصْفِيَائِهِ فِيْ الْأَفَاقِ، وَطَيَّبَ أَسْرَارَ الْقَاصِدِيْنَ بِطِيْبِ
ثَنَائِهِ فِيْ الدِّيْنِ وَفَاقَ، وَسَقَى أَرْبَابَ مُعَامَلَاتِهِ مِنْ
لَذِيْذِ مُنَاجَتِهِ شَرَابًا عَذْبَ الْمَذَاقِ، فَأَقْبَلُوْا لِطَلَبِ
مَرَاضِيْهِ عَلَى أَقْدَامِ السَّبَاقِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ السَّبَاقِ،
صَلَاةً وَسَلَامًا اِلَى يَوْمِ التَّلَاقِ أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله
وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً صَفَا مَوْرِدُهَا وَرَاقَ، نَرْجُوْ بِهَا
النَّجَاَةَ مِنْ نَارٍ شَدِيْدَةِ الْإِحْرَاقِ، وَأَنْ يَهُوْنَ بِهَا عَلَيْنَا
كُرْبُ السِّيَاقِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفُ
الْخَلْقِ عَلَى الْاِطْلَاقِ، اَلَّذِيْ أُسْرِيَ بِهِ عَلَى الْبُرَاقِ، حَتَّى
جَاوَزَ السَّبْعَ الطِبَاقَ
أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ
أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ
وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ
إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَقَالَ أَيْضًا: قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ *
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ * وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ
مُعْرِضُونَ
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah
Alhamdulillah, segala puji
bagi Allah swt yang telah memberikan kita semua nikmat Islam dan iman, sehingga
bisa menunaikan kembali ibadah wajib dalam satu pekan sekali, yaitu shalat
Jumat.
Shalawat dan
salam mudah-mudahan terus mengalir dan membahana kepada junjungan kita, Nabi
Muhammad saw, nabi terakhir yang Allah utus sebagai rahmat bagi alam semesta.
Selanjutnya,
khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang
hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk selalu memperkokoh dan
memperkuat keimanan dan ketakwaan, dengan cara meningkatkan kualitas ibadah
kepada Allah, dan menjauhi segala perbuatan yang bisa mengundang murka
dari-Nya.
Ma’asyiral Muslimin
rahimakumullah Manusia diciptakan oleh Allah tidak lain kecuali agar beribadah
dan menyembah-Nya.
Mereka yang
enggan untuk beribadah telah keluar dari tujuan inti di balik diciptakannya
manusia, yaitu beribadah.
Oleh karena
itu, sudah saatnya bagi kita semua untuk menumbuhkan kesadaran dalam diri kita
perihal pentingnya ibadah.
Berkaitan
dengan hal ini, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ
وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya, “Aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS
Adz-Dzariat, [51]: 56).
Dalam
ayat yang lain yang berkaitan dengan hal ini, Allah berfirman:
وَمَا أُمِرُواْ إِلاَّ
لِيَعْبُدُواْ إِلَهًا وَاحِدًا لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا
يُشْرِكُونَ
Artinya,
“Padahal mereka hanya disuruh untuk menyembahn Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada
tuhan selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS
At-Taubah [9]: 31).
Dua ayat di
atas menjelaskan bahwa tujuan diciptakannya manusia tidak lain selain untuk
beribadah kepada Allah, tunduk pada perintah-Nya, dan menjauhi semua
larangan-Nya.
Dengan demikian, semua
ketentuan yang Allah tetapkan merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh
manusia tinggalkan, karena semua itu adalah spirit dari ibadah kepada-Nya.
Ma’asyiral
Muslimin rahimakumullah Orang-orang yang sudah bisa melaksanakan semua kewajiban
dan meninggalkan larangan itu dengan istiqamah disebut dengan orang yang
sukses/beruntung (muflih).
Berkaitan
dengan hal ini, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ *
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ * وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ
مُعْرِضُونَ * وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ * وَالَّذِينَ هُمْ
لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ * إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ
أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ * فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ
فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ * وَالَّذِينَ هُمْ لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ
رَاعُونَ * وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Artinya, “Sungguh
beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusuk dalam shalatnya,
dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak
berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara
kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka
miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa yang mencari
di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang yang melampaui
batas.
Dan (sungguh
beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang
memelihara shalatnya” (QS Al-Mu’minun [23]: 1-5). Syekh Dr. Wahbah bin Musthafa
az-Zuhaili dalam tafsir Tafsir al-Munir, juz X, halaman 18,
memberikan penjelasan yang lebih luas perihal karakter di atas.
Pertama,
mu’minun adalah orang yang membenarkan Allah dan apa yang diturunkan kepada
rasul-Nya, baik berupa tauhid, kenabian, hari kebangkitan, dan hari pembalasan.
Kedua,
orang-orang yang khusuk (khasi’un) adalah orang yang merasa rendah dan hina di
hadapan Allah, serta takut kepada-Nya.
Ketiga,
menjauhi yang tidak berguna (mu’ridun), yaitu orang-orang yang meninggalkan
setiap sesuatu yang tidak memiliki nilai kebaikan sedikit pun, ia fokus
mengerajakan kebaikan.
Keempat, orang
yang mengeluarkan zakat, baik berupa zakat wajib maupun sunnah, yang tujuan
keduanya sama-sama
untuk membersihkan harta.
Dalam ayat di
atas, Allah menyebutkan zakat setelah khusyuk dengan tujuan agar ketaatan
seseorang bisa sempurna, dengan menjalakan ketaatan badaniyah (badan), berupa
ibadah dengan khusuk, dan ketaatan maliyah (harta), berupa zakat.
Kelima, menjaga
kemaluan (hafizun li furujihim), yaitu orang-orang yang menjaga kemaluannya
dari setiap sesuatu yang haram, baik berupa zina maupun bersenang-senang dengan
yang lain (masturbasi-onani).
Keenam, menjaga
amanat dan janji, baik kepada Allah, seperti tuntutan-tuntutan syariat, maupun
kepada manusia, seperti titipan harta, perjanjian dan lainnya.
Ketujuh, orang yang
menjaga shalat, yaitu orang-orang yang melakukan shalat sesuai dengan waktu masing-masing,
dan selalu istiqamah di waktu-waktu tersebut.
Demikian
khutbah tentang sukses dengan cara beribadah kepada Allah pada siang hari ini.
Semoga
bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab
untuk meningkatkan ibadah, kesabaran, ketakwaan, keimanan, dan menjauhi segala
larangan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ
هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ
الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ
الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ
وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH JUMAT KEDUA
الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ
فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
أَشْهَدُ
أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
أَللهُمَّ
صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ
لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ
وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
اِنَّ
اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ
اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ
اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ
اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ
الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ
وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ
عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا
آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا
وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ
! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ
وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Komentar
Posting Komentar